Hari itu umat muslim sedang menunaikan ibadah puasa Ramadhan. Ketika matahari telah naik satu penggalah, terlihat Rasulullah SAW berjalan keluar dari rumahnya yang mulia menuju ke Masjid. Namun baru beberapa langkah beliau berjalan, tiba-tiba beliau melihat banyak sekali anak-anak yang bermain penuh sukacita. Tampaknya mereka semua merasakan betapa indah dan bahagianya suasana Ramadhan kali ini.
Anehnya, tidak semua anak-anak gembira penuh kegirangan. Ada salah seorang diantara mereka yang sedang duduk termenung seorang diri. Pakaian anak itu tampak kumal, sekumal pikiran dan hatinya. Rasulullah SAW pun langsung mendekati dan menegurnya, “nak, mengapa engkau tidak ikut bermain bersama kawan-kawanmu?”, anak itu kemudian menjawab dengan tanpa beban dan tanpa menyadari bahwa yang ada di dekatnya itu adalah Rasulullah SAW. “Biarlah aku begini saja tuan”, jawabnya. “Sebab ayahku sudah meninggal, sedangkan ibuku telah menikah lagi dengan seorang laki-laki yang sangat kasar. Ayah tiriku itu telah mengusirku pergi. Sementara seluruh harta benda ayah kandungku telah dihabiskan oleh ayah tiriku tersebut. Dengan demikian, sudah tidak ada lagi makanan yang dapat aku makan. Baju pun hanya tinggal satu, yakni yang melekat di tubuhku ini. Sekarang ini aku juga tidak boleh kembali lagi ke rumah”.
“Karena itu, betapa pilunya hatiku tatkala melihat kawan-kawan yang lain tampak begitu ceria di hari dan bulan Ramadhan yang bahagia ini. Mereka masih bisa berkumpul bersama kedua orang tuanya dan bersenda gurau dengan ayah maupun ibu mereka. Pakaian mereka tampak baru seluruhnya. Semua itulah yang membuatku menangis dan air mataku tak sanggup lagi aku bendung”, begitu tutur anak yatim itu dengan terisak-isak menahan tangis.
Mendengar pengakuan anak tersebut, hati Rasulullah seakan-akan tersayat oleh sembilu. Hatinya menjadi terasa pedih. Beliau merasakan betapa malangnya nasib anak ini. Beliau lantas berjongkok di hadapannya seraya mengatakan, “bagaimana pendapatmu, seandainya Muhammad Rasulullah itu yang akan menggantikan ayahmu. Sementara Ummul Mukminin ‘Aisyah yang akan menjadi ibumu dan Fatimah nanti akan menjadi saudaramu serta Hasan dan Husein menjadi adik-adikmu?”
Tiba-tiba wajah anak itu tampak berbinar-binar bahagia seraya menganggukkan kepalanya. Sesaat kemudian, tangan anak itu digandeng oleh Rasulullah dan dibawa ke rumah untuk ditunjukkan kepada ‘Aisyah dan Fatimah serta yang lainnya. Rasulullah langsung memandikan dan mengganti pakaiannya dengan yang lebih layak dan bagus serta menyuapinya hingga merasa kenyang.
Mendapati perlakuan seperti itu, hati anak yatim itu menjadi sangat bahagia. Rasulullah lalu mengajaknya untuk pergi ke Masjid. Sesampainya di halaman Masjid, dia melihat kawan-kawannya yang masih bermain, maka saat itu pula dia segera berlari berkumpul bersama mereka. Melihat perubahan yang ada pada anak yatim itu, maka anak-anak yang lain pun menjadi heran dan mulai bertanya, “kulihat engkau tadi sangat murung dan dekil, tapi mengapa sekarang engkau tampak gembira, apa yang menjadikan engkau berubah seperti ini?” tanya salah satu dari mereka. Lalu anak yatim itu pun menjawab, “begini kawan, aku kelihatan murung tadi karena aku sangat lapar. Sekarang aku sudah kenyang. Begitu juga pakaianku ini, sekarang juga tampak menyenangkan sebagaimana yang kalian pakai. Bahkan lebih jauh dari itu, yang paling membahagiakanku adalah sekarang Rasulullah SAW telah menjadi ayahku dan Ummul Mukminin ‘Aisyah sebagai ibuku. Aku telah diangkat oleh keduanya menjadi anaknya, sehingga Fatimah kini menjadi saudaraku”, demikian penjelasan anak yatim itu.
Semenjak saat itu, anak yatim tersebut dirawat dengan sangat baik oleh keluarga Rasulullah. Hingga akhirnya, manusia termulia pecinta dan penyayang anak-anak yatim itu tidak bisa lagi mendampingi dan mengasuhnya. Rasulullah SAW telah kembali menghadap ILLAHI Rabbi. Kenyataan inilah yang menyebabkan anak yatim itu kembali bersedih. “Sekarang aku benar-benar menjadi yatim kembali”, rintihnya.
Mendengar rintihan anak yatim itu, Abu Bakar Ash-Shidiq mendekatinya dan menghiburnya seraya berkata, “akulah yang akan menggantikan Rasulullah SAW untuk menjadi orang tua angkatmu dan mengurusi kehidupanmu!”
Demikianlah salah satu kisah yang menggambarkan kepada kita semua tentang bagaimana perhatian Rasulullah SAW yang amat besar terhadap anak-anak yatim. Karena begitu perhatian terhadap mereka, Rasulullah SAW pernah bersabda, “barangsiapa yang mengambil anak yatim dari kalangan muslimin dan memberinya makan dan minum, maka Allah akan memasukkannya ke surga kecuali bila ia berbuat ‘dosa besar yang tidak terampuni’.” (HR. Tirmidzi). Sedangkan, “Aku dan pemelihara anak yatim di surga, (dalam sabdanya yang lain) adalah seperti ‘ini’ (beliau memberi isyarat dengan telunjuk dan jari tengahnya lalu merenggangkannya.” (HR. Bukhari, Tirmidzi dan Abu Daud).
Karena itu, ramaikanlah rumah kita dengan anak-anak yatim dan berlaku baiklah terhadap mereka. Sebab, “sebaik-baik rumah kaum muslimin ialah rumah yang di dalamnya ada anak yatim yang diperlakukan dengan sebaik-baiknya dan sejelek-jeleknya rumah kaum muslimin, ialah bila di dalam rumahnya ada anak yatim yang diperlakukan dengan buruk.” (HR. Ibnu Mubarak). Rasulullah menganjurkan agar kita membahagiakan minimal satu anak yatim, Jika belum mampu untuk mengasuh mereka, minimal jangan pernah mencoba untuk menyakiti perasaan anak-anak yatim. Justru kita harus membahagiakan mereka. Ketahuilah, bahwa Islam adalah agama yang Indah.
-Putrahadi Nurachman si anak kemaren sore-
Kamis, 04 November 2010
Rabu, 03 November 2010
filosofi angsa
Sebuah renungan bagi kita semua yang merasa sebagai manusia yang memiliki akal sebagai sebuah nikmat yang menjadikan kita berbeda dengan makhluk lain.
Hidup itu Indah. Tidak ada satu hal pun yang diciptakan oleh Tuhan menjadi sia-sia. Tentunya itu bisa terjadi bila kita mau memanfaatkan nikmat akal yang telah diberikan oleh Tuhan pada diri kita untuk berpikir dan mencoba memaknai setiap hal yang terjadi di sekeliling kita. Percaya atau tidak, bila kita mau berpikir dengan akal dan memaknai setiap hal yang terjadi di sekeliling kita, maka dalam satu hari, kita sudah bisa mendapatkan lebih dari 100 ilmu. Salah satu contohnya adalah seperti yang akan kutuliskan ini. Ini merupakan ilmu yang dapat kita petik dari tindak tanduk makhluk lain yang ada di sekeliling kita.
Bila kita tinggal di negara empat musim, maka pada musim gugur akan terlihat rombongan angsa terbang ke arah selatan untuk menghindari musim dingin. Tentunya bagi kita yang tinggal di iklim tropis, kita tetap bisa melihat fenomena tersebut melalui video dokumenter yang dijual atau melalui stasiun televisi lokal nasional maupun Internasional. Disana kita bisa melihat bahwa angsa tersebut terbang dengan formasi berbentuk huruf "V".
Kita akan melihat beberapa fakta ilmiah tentang mengapa rombongan angsa tersebut terbang dengan formasi "V".
Fakta 1 :
Saat setiap burung mengepakkan sayapnya, hal itu memberikan "daya dukung” bagi burung yang terbang tepat di belakangnya. Ini terjadi karena burung yang terbang di belakang tidak perlu bersusah-payah untuk menembus dinding udara' di depannya. Dengan terbang dalam formasi "V", seluruh kawanan dapat menempuh jarak terbang 71% lebih jauh daripada bila setiap burung terbang sendirian.
Pelajaran/Hikmah yang dapat kita ambil :
Orang-orang yang bergerak dalam arah dan tujuan yang sama serta saling membagi dalam komunitas mereka, dapat mencapai tujuan mereka dengan lebih cepat dan lebih mudah. Ini terjadi karena mereka menjalaninya dengan saling mendorong dan mendukung satu dengan yang lainnya. Persatuan merupakan kunci awal untuk mencapai suatu tujuan.
Fakta 2 :
Kalau seekor angsa terbang keluar dari formasi rombongan, ia akan merasa berat dan sulit untuk terbang sendirian. Dengan cepat ia akan kembali ke dalam formasi untuk mengambil keuntungan dari daya dukung yang diberikan burung di depannya.
Pelajaran/Hikmah yang dapat kita ambil :
Kalau kita memiliki cukup logika umum seperti seekor angsa, kita akan tinggal dalam formasi dengan mereka yang berjalan di depan. Kita akan mau menerima bantuan dan memberikan bantuan kepada yang lainnya. Lebih sulit untuk melakukan sesuatu seorang diri daripada melakukannya bersama-sama
Fakta 3 :
Ketika angsa pemimpin yang terbang di depan menjadi lelah, ia terbang memutar ke belakang formasi, dan angsa lain akan terbang menggantikan posisinya.
Pelajaran/Hikmah yang dapat kita ambil :
Adalah masuk akal untuk melakukan tugas-tugas yang sulit dan penuh tuntutan secara bergantian dan memimpin secara bersama. Seperti halnya angsa, manusia saling bergantung satu dengan lainnya dalam hal kemampuan, kapasitas dan memiliki keunikan dalam karunia, talenta atau sumber daya lainnya.
Fakta 4 :
Angsa-angsa yang terbang dalam formasi ini mengeluarkan suara riuh rendah dari belakang untuk memberikan semangat kepada angsa yang terbang di depan sehingga kecepatan terbang dapat dijaga.
Pelajaran/Hikmah yang dapat kita ambil :
Kita harus memastikan bahwa suara kita akan memberikan kekuatan. Dalam kelompok yang saling menguatkan, hasil yang dicapai menjadi lebih besar. Kekuatan yang mendukung (berdiri dalam satu hati atau nilai-nilai utama dan saling menguatkan) adalah kualitas suara yang kita cari. Kita harus memastikan bahwa suara kita akan menguatkan dan bukan melemahkan.
Fakta 5 :
Ketika seekor angsa menjadi sakit, terluka, atau ditembak jatuh, dua angsa lain akan ikut keluar dari formasi bersama angsa tersebut dan mengikutinya terbang turun untuk membantu dan melindungi. Mereka tinggal dengan angsa yang jatuh itu sampai ia mati atau dapat terbang lagi. Setelah itu mereka akan terbang dengan kekuatan mereka sendiri atau dengan membentuk formasi lain untuk mengejar rombongan mereka.
Pelajaran/Hikmah yang dapat kita ambil :
Kalau kita punya perasaan, setidaknya seperti seekor angsa, kita akan tinggal bersama sahabat dan sesama kita dalam saat-saat sulit mereka, sama seperti ketika segalanya dalam keadaan baik.
Maknai dengan baik..
Angsa adalah seekor binatang, dia dapat melakukan itu semua. Padahal, mereka "gak makan bangku sekolahan'' (Alm. Benyamin S : sinetron Si Doel Anak Sekolahan), mereka pun tak punya akal, tapi mereka bisa.
Semoga guratan ini bisa menjadi tambahan ilmu dalam proses berpikir kita sebagai makhluk sosial.
-Putrahadi Nurachman si anak kemaren sore-
Hidup itu Indah. Tidak ada satu hal pun yang diciptakan oleh Tuhan menjadi sia-sia. Tentunya itu bisa terjadi bila kita mau memanfaatkan nikmat akal yang telah diberikan oleh Tuhan pada diri kita untuk berpikir dan mencoba memaknai setiap hal yang terjadi di sekeliling kita. Percaya atau tidak, bila kita mau berpikir dengan akal dan memaknai setiap hal yang terjadi di sekeliling kita, maka dalam satu hari, kita sudah bisa mendapatkan lebih dari 100 ilmu. Salah satu contohnya adalah seperti yang akan kutuliskan ini. Ini merupakan ilmu yang dapat kita petik dari tindak tanduk makhluk lain yang ada di sekeliling kita.
Bila kita tinggal di negara empat musim, maka pada musim gugur akan terlihat rombongan angsa terbang ke arah selatan untuk menghindari musim dingin. Tentunya bagi kita yang tinggal di iklim tropis, kita tetap bisa melihat fenomena tersebut melalui video dokumenter yang dijual atau melalui stasiun televisi lokal nasional maupun Internasional. Disana kita bisa melihat bahwa angsa tersebut terbang dengan formasi berbentuk huruf "V".
Kita akan melihat beberapa fakta ilmiah tentang mengapa rombongan angsa tersebut terbang dengan formasi "V".
Fakta 1 :
Saat setiap burung mengepakkan sayapnya, hal itu memberikan "daya dukung” bagi burung yang terbang tepat di belakangnya. Ini terjadi karena burung yang terbang di belakang tidak perlu bersusah-payah untuk menembus dinding udara' di depannya. Dengan terbang dalam formasi "V", seluruh kawanan dapat menempuh jarak terbang 71% lebih jauh daripada bila setiap burung terbang sendirian.
Pelajaran/Hikmah yang dapat kita ambil :
Orang-orang yang bergerak dalam arah dan tujuan yang sama serta saling membagi dalam komunitas mereka, dapat mencapai tujuan mereka dengan lebih cepat dan lebih mudah. Ini terjadi karena mereka menjalaninya dengan saling mendorong dan mendukung satu dengan yang lainnya. Persatuan merupakan kunci awal untuk mencapai suatu tujuan.
Fakta 2 :
Kalau seekor angsa terbang keluar dari formasi rombongan, ia akan merasa berat dan sulit untuk terbang sendirian. Dengan cepat ia akan kembali ke dalam formasi untuk mengambil keuntungan dari daya dukung yang diberikan burung di depannya.
Pelajaran/Hikmah yang dapat kita ambil :
Kalau kita memiliki cukup logika umum seperti seekor angsa, kita akan tinggal dalam formasi dengan mereka yang berjalan di depan. Kita akan mau menerima bantuan dan memberikan bantuan kepada yang lainnya. Lebih sulit untuk melakukan sesuatu seorang diri daripada melakukannya bersama-sama
Fakta 3 :
Ketika angsa pemimpin yang terbang di depan menjadi lelah, ia terbang memutar ke belakang formasi, dan angsa lain akan terbang menggantikan posisinya.
Pelajaran/Hikmah yang dapat kita ambil :
Adalah masuk akal untuk melakukan tugas-tugas yang sulit dan penuh tuntutan secara bergantian dan memimpin secara bersama. Seperti halnya angsa, manusia saling bergantung satu dengan lainnya dalam hal kemampuan, kapasitas dan memiliki keunikan dalam karunia, talenta atau sumber daya lainnya.
Fakta 4 :
Angsa-angsa yang terbang dalam formasi ini mengeluarkan suara riuh rendah dari belakang untuk memberikan semangat kepada angsa yang terbang di depan sehingga kecepatan terbang dapat dijaga.
Pelajaran/Hikmah yang dapat kita ambil :
Kita harus memastikan bahwa suara kita akan memberikan kekuatan. Dalam kelompok yang saling menguatkan, hasil yang dicapai menjadi lebih besar. Kekuatan yang mendukung (berdiri dalam satu hati atau nilai-nilai utama dan saling menguatkan) adalah kualitas suara yang kita cari. Kita harus memastikan bahwa suara kita akan menguatkan dan bukan melemahkan.
Fakta 5 :
Ketika seekor angsa menjadi sakit, terluka, atau ditembak jatuh, dua angsa lain akan ikut keluar dari formasi bersama angsa tersebut dan mengikutinya terbang turun untuk membantu dan melindungi. Mereka tinggal dengan angsa yang jatuh itu sampai ia mati atau dapat terbang lagi. Setelah itu mereka akan terbang dengan kekuatan mereka sendiri atau dengan membentuk formasi lain untuk mengejar rombongan mereka.
Pelajaran/Hikmah yang dapat kita ambil :
Kalau kita punya perasaan, setidaknya seperti seekor angsa, kita akan tinggal bersama sahabat dan sesama kita dalam saat-saat sulit mereka, sama seperti ketika segalanya dalam keadaan baik.
Maknai dengan baik..
Angsa adalah seekor binatang, dia dapat melakukan itu semua. Padahal, mereka "gak makan bangku sekolahan'' (Alm. Benyamin S : sinetron Si Doel Anak Sekolahan), mereka pun tak punya akal, tapi mereka bisa.
Semoga guratan ini bisa menjadi tambahan ilmu dalam proses berpikir kita sebagai makhluk sosial.
-Putrahadi Nurachman si anak kemaren sore-
sketsa implisit tentang nafsu manusia
Dewa Wishnu sudah bosan mendengarkan permohonan salah
seorang penyembahnya, hingga suatu ketika ia menampakkan
diri di hadapannya dan berkata: 'Sudah kuputuskan, aku akan
memberikan tiga hal, apa pun yang kau minta. Sesudah itu,
tidak ada sesuatu pun yang akan kuberikan kepadamu lagi.'
Penyembah itu dengan gembira langsung mengajukan permohonan
yang pertama. Ia meminta, agar isterinya mati sehingga ia
dapat menikah lagi dengan wanita lain yang lebih baik.
Permohonannya dikabulkan dengan segera.
Tetapi ketika teman-teman dan sanak saudaranya berkumpul
menghadiri pemakaman isterinya, dan mulai mengenangkan
kembali semua sifat baiknya, penyembah ini sadar bahwa ia
telah bertindak terlampau gegabah. Saat itu ia menyadari
bahwa dulu ia buta terhadap segala kebaikan isterinya.
Apakah ia masih bisa menemukan wanita lain yang sebaik dia?
Maka ia memohon kepada dewa, agar menghidupkan isterinya
kembali. Kini permohonannya tinggal satu lagi. Ia bermaksud
tidak akan melakukan kesalahan untuk kedua kalinya, karena
ia sudah tidak akan sempat memperbaikinya lagi. Ia bertanya
kemana-mana. Beberapa kawannya menasehatinya, agar ia minta
diluputkan dari kematian. Tetapi apa gunanya tetap hidup,
kata kawannya yang lain, kalau badannya tidak sehat? Dan
untuk apa sehat, kalau tidak punya uang? Dan apa gunanya
uang kalau tidak punya sahabat?
Tahun demi tahun telah lewat dan ia belum juga dapat
memutuskan apa yang harus dimintanya: hidup, kesehatan,
kekayaan, kekuasaan atau cinta. Akhirnya ia menyerah dan
berkata kepada dewa: 'Berkenanlah kiranya Dewa memberi
nasehat, apa yang sepantasnya saya minta?'
Melihat kebingungan orang itu, dewa Wishnu tertawa dan berkata:
'Mintalah hati yang damai, entah apa pun yang terjadi dalam hidupmu.'
(Burung Berkicau, Anthony de Mello SJ, Yayasan Cipta Loka Caraka, Cetakan 7, 1994)
-Putrahadi Nurachman si anak kemaren sore-
seorang penyembahnya, hingga suatu ketika ia menampakkan
diri di hadapannya dan berkata: 'Sudah kuputuskan, aku akan
memberikan tiga hal, apa pun yang kau minta. Sesudah itu,
tidak ada sesuatu pun yang akan kuberikan kepadamu lagi.'
Penyembah itu dengan gembira langsung mengajukan permohonan
yang pertama. Ia meminta, agar isterinya mati sehingga ia
dapat menikah lagi dengan wanita lain yang lebih baik.
Permohonannya dikabulkan dengan segera.
Tetapi ketika teman-teman dan sanak saudaranya berkumpul
menghadiri pemakaman isterinya, dan mulai mengenangkan
kembali semua sifat baiknya, penyembah ini sadar bahwa ia
telah bertindak terlampau gegabah. Saat itu ia menyadari
bahwa dulu ia buta terhadap segala kebaikan isterinya.
Apakah ia masih bisa menemukan wanita lain yang sebaik dia?
Maka ia memohon kepada dewa, agar menghidupkan isterinya
kembali. Kini permohonannya tinggal satu lagi. Ia bermaksud
tidak akan melakukan kesalahan untuk kedua kalinya, karena
ia sudah tidak akan sempat memperbaikinya lagi. Ia bertanya
kemana-mana. Beberapa kawannya menasehatinya, agar ia minta
diluputkan dari kematian. Tetapi apa gunanya tetap hidup,
kata kawannya yang lain, kalau badannya tidak sehat? Dan
untuk apa sehat, kalau tidak punya uang? Dan apa gunanya
uang kalau tidak punya sahabat?
Tahun demi tahun telah lewat dan ia belum juga dapat
memutuskan apa yang harus dimintanya: hidup, kesehatan,
kekayaan, kekuasaan atau cinta. Akhirnya ia menyerah dan
berkata kepada dewa: 'Berkenanlah kiranya Dewa memberi
nasehat, apa yang sepantasnya saya minta?'
Melihat kebingungan orang itu, dewa Wishnu tertawa dan berkata:
'Mintalah hati yang damai, entah apa pun yang terjadi dalam hidupmu.'
(Burung Berkicau, Anthony de Mello SJ, Yayasan Cipta Loka Caraka, Cetakan 7, 1994)
-Putrahadi Nurachman si anak kemaren sore-
akal yang mandul
Sebuah dongeng yang diceritakan oleh mistik Arab, Sa'di :
Seorang manusia yang sedang melewati hutan melihat seekor serigala
yang sudah lumpuh keempat kakinya. Ia ingin tahu bagaimana
serigala itu dapat hidup terus. Lalu ia melihat seekor
harimau datang dengan membawa kijang hasil buruannya.
Harimau itu makan sepuasnya dan meninggalkan sisa makanannya untuk
serigala.
Hari berikutnya Allah SWT memberi makan serigala dengan
perantaraan harimau yang sama. Orang itupun mulai mengagumi
kebaikan Allah SWT yang begitu besar dan berkata dalam hati:
'Aku juga akan menganggur di rumah saja dergan penuh
kepercayaan kepada ALAAH SWT, karena Ia akan mencukupi segala
kebutuhanku.'
Ia melakukan niatnya berhari-hari lamanya, tetapi tak
terjadi apa-apa. Ketika orang yang malang ini sudah hampir
mati, terdengarlah Suara dari langit, 'Hai, engkau, orang yang sesat,
bukalah matamu pada pada kebenaran! Ikutilah teladan harimau
dan berhentilah meniru serigala yang lumpuh!'
Hari pun berganti, di jalan manusia tadi melihat seorang gadis kecil menggigil
kedinginan dalam pakaiannya yang tipis. Tiada harapan
baginya untuk mendapatkan cukup makanan. Manusia tadi menjadi marah
dan berkata kepada Allah SWT : 'Mengapa hal ini Kau biarkan?
Mengapa Engkau tidak berbuat sesuatu?'
Sementara waktu ALLAH SWT tidak berkata apa-apa.
Pada Malam harinya ALLAH
menjawab dengan sangat tiba-tiba melalui perantara mimpi,
''Aku telah menciptakan engkau''.
-Putrahadi Nurachman si anak kemaren sore-
Seorang manusia yang sedang melewati hutan melihat seekor serigala
yang sudah lumpuh keempat kakinya. Ia ingin tahu bagaimana
serigala itu dapat hidup terus. Lalu ia melihat seekor
harimau datang dengan membawa kijang hasil buruannya.
Harimau itu makan sepuasnya dan meninggalkan sisa makanannya untuk
serigala.
Hari berikutnya Allah SWT memberi makan serigala dengan
perantaraan harimau yang sama. Orang itupun mulai mengagumi
kebaikan Allah SWT yang begitu besar dan berkata dalam hati:
'Aku juga akan menganggur di rumah saja dergan penuh
kepercayaan kepada ALAAH SWT, karena Ia akan mencukupi segala
kebutuhanku.'
Ia melakukan niatnya berhari-hari lamanya, tetapi tak
terjadi apa-apa. Ketika orang yang malang ini sudah hampir
mati, terdengarlah Suara dari langit, 'Hai, engkau, orang yang sesat,
bukalah matamu pada pada kebenaran! Ikutilah teladan harimau
dan berhentilah meniru serigala yang lumpuh!'
Hari pun berganti, di jalan manusia tadi melihat seorang gadis kecil menggigil
kedinginan dalam pakaiannya yang tipis. Tiada harapan
baginya untuk mendapatkan cukup makanan. Manusia tadi menjadi marah
dan berkata kepada Allah SWT : 'Mengapa hal ini Kau biarkan?
Mengapa Engkau tidak berbuat sesuatu?'
Sementara waktu ALLAH SWT tidak berkata apa-apa.
Pada Malam harinya ALLAH
menjawab dengan sangat tiba-tiba melalui perantara mimpi,
''Aku telah menciptakan engkau''.
-Putrahadi Nurachman si anak kemaren sore-
aku, aku, akulah yang akan mengubah dunia
Sufi Bayazid bercerita tentang dirinya seperti berikut :
'Waktu masih muda, aku ini revolusioner dan aku selalu
berdoa: Tuhan, berilah aku kekuatan untuk mengubah dunia!'
'Ketika aku sudah separuh baya dan sadar bahwa setengah
hidupku sudah lewat tanpa mengubah satu orang pun, aku
mengubah doaku menjadi: 'Tuhan, berilah aku rahmat untuk
mengubah semua orang yang berhubungan denganku, keluarga dan
kawan-kawanku, dan aku akan merasa puas.'
'Sekarang ketika aku sudah menjadi tua dan saat kematianku
sudah dekat, aku mulai melihat betapa bodohnya aku. Doaku
satu-satunya sekarang adalah: 'Tuhan, berilah aku rahmat
untuk mengubah diriku sendiri.' Seandainya sejak semula aku
berdoa begitu, maka aku tidak begitu menyia-nyiakan
hidupku!'
Setiap orang berpikir ingin mengubah dunia
Hampir tak seorang pun yang berpikir 'bagaimana mengubah dirinya sendiri?'
(Burung Berkicau, Anthony de Mello SJ, Yayasan Cipta Loka Caraka, Cetakan 7, 1994)
-Putrahadi Nurachman si anak kemaren sore-
'Waktu masih muda, aku ini revolusioner dan aku selalu
berdoa: Tuhan, berilah aku kekuatan untuk mengubah dunia!'
'Ketika aku sudah separuh baya dan sadar bahwa setengah
hidupku sudah lewat tanpa mengubah satu orang pun, aku
mengubah doaku menjadi: 'Tuhan, berilah aku rahmat untuk
mengubah semua orang yang berhubungan denganku, keluarga dan
kawan-kawanku, dan aku akan merasa puas.'
'Sekarang ketika aku sudah menjadi tua dan saat kematianku
sudah dekat, aku mulai melihat betapa bodohnya aku. Doaku
satu-satunya sekarang adalah: 'Tuhan, berilah aku rahmat
untuk mengubah diriku sendiri.' Seandainya sejak semula aku
berdoa begitu, maka aku tidak begitu menyia-nyiakan
hidupku!'
Setiap orang berpikir ingin mengubah dunia
Hampir tak seorang pun yang berpikir 'bagaimana mengubah dirinya sendiri?'
(Burung Berkicau, Anthony de Mello SJ, Yayasan Cipta Loka Caraka, Cetakan 7, 1994)
-Putrahadi Nurachman si anak kemaren sore-
malam pertama
Apa kabar sahabatku ???
Lama kita tak jumpa dan tak bertegur sapa
aku yakin bukan karena kebencian diantara kita
aku pun yakin bukan karena ada sesuatu diantara kita
Tapi rutinitas dunialah yang telah menjebak kita
Satu hal sebagai bahan renungan kita
merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam dan Hawa
Justru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara
Hari itu mempelai sangat dimanjakan
Mandi pun harus dimandikan
Seluruh badan kita
terbuka tak ada sehelai benang pun yang menutupinya
Tak ada sedikitpun rasa malu
Seluruh badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang itu pun ditutupi oleh kapas putih
Itulah wujud kita
Setelah dimandikan kita pun dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Semasa hidup kain itu jarang yang mau memakainya
kain itu bernama kafan
Lalu wewangian ditaburkan ke gaun kita
Kain yang ada di bagian kepala dan kaki pun diikatkan
Tataplah…. tataplah... itulah wujud kita
Keranda pelaminan langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian
Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga
Pergi menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul kita
Diiringi langkah gontai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah kudus
Akad nikahnya bacaan talkin
Berwalikan liang lahat
Saksinya adalah nisan yang telah tiba lebih dulu
Siraman air mawar pengantar akhir pada ruang kerinduan
Dan akhirnya..
Tiba masa pengantin
Menunggu dan ditinggal sendirian
Untuk mempertanggungjawabkan seluruh langkah kehidupan
Malam pertama bersama 'KEKASIH'
Ditemani rayap dan cacing tanah
Di kamar yang bertilamkan tanah
Dan ketika 7 langkah telah pergi….
Kita pun akan ditanyai oleh sang Malaikat
Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur Atau kita
akan memperoleh Siksa Kubur?
Kita tak tahu dan tak seorangpun yang tahu
Tapi anehnya kita tak pernah galau atau pun takut
Padahal semuanya sudahlah pasti antara nikmat atau siksa yang akan kita terima
Kita sungkan sekali meneteskan air mata untuk hal ini
Seolah barang berharga yang sangat mahal
sudah pantaskah sikap kita untuk disebut sebagai ahli syurga ???
Sahabat,
maaf jika malam itu aku tak menemanimu
Bukan aku tak setia
Bukan aku berkhianat
Tapi itulah komitmen azali tentang kehidupan
Tapi percayalah aku pasti kan mendo’akanmu
Karena aku sungguh menyayangimu
Rasa sayangku padamu lebih dari apa yang kau duga
Aku berdo’a semoga kau menjadi ahli syurga.. Amin
Sahabat,
jika ini adalah bacaan terakhirmu
Jika ini adalah sebuah renungan peringatan
maka ambillah hikmahnya
Tapi jika ini adalah salahku
maka maafkan aku
Terlebih jika aku harus mendahuluimu
tolong Ikhlaskan dan maafkan seluruh khilafku
karena aku pasti pernah menyakiti dan mengecewakanmu
Jika tulisan ini ada manfaatnya maka simpanlah sebagai renungan
Siapa tahu suatu saat kau ingat padaku
Dan jika kelak aku telah di alam lain
Satu pintaku padamu
Tolong do’akan aku
-Putrahadi Nurachman si anak kemaren sore-
Lama kita tak jumpa dan tak bertegur sapa
aku yakin bukan karena kebencian diantara kita
aku pun yakin bukan karena ada sesuatu diantara kita
Tapi rutinitas dunialah yang telah menjebak kita
Satu hal sebagai bahan renungan kita
merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam dan Hawa
Justru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara
Hari itu mempelai sangat dimanjakan
Mandi pun harus dimandikan
Seluruh badan kita
terbuka tak ada sehelai benang pun yang menutupinya
Tak ada sedikitpun rasa malu
Seluruh badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang itu pun ditutupi oleh kapas putih
Itulah wujud kita
Setelah dimandikan kita pun dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Semasa hidup kain itu jarang yang mau memakainya
kain itu bernama kafan
Lalu wewangian ditaburkan ke gaun kita
Kain yang ada di bagian kepala dan kaki pun diikatkan
Tataplah…. tataplah... itulah wujud kita
Keranda pelaminan langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian
Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga
Pergi menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul kita
Diiringi langkah gontai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah kudus
Akad nikahnya bacaan talkin
Berwalikan liang lahat
Saksinya adalah nisan yang telah tiba lebih dulu
Siraman air mawar pengantar akhir pada ruang kerinduan
Dan akhirnya..
Tiba masa pengantin
Menunggu dan ditinggal sendirian
Untuk mempertanggungjawabkan seluruh langkah kehidupan
Malam pertama bersama 'KEKASIH'
Ditemani rayap dan cacing tanah
Di kamar yang bertilamkan tanah
Dan ketika 7 langkah telah pergi….
Kita pun akan ditanyai oleh sang Malaikat
Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur Atau kita
akan memperoleh Siksa Kubur?
Kita tak tahu dan tak seorangpun yang tahu
Tapi anehnya kita tak pernah galau atau pun takut
Padahal semuanya sudahlah pasti antara nikmat atau siksa yang akan kita terima
Kita sungkan sekali meneteskan air mata untuk hal ini
Seolah barang berharga yang sangat mahal
sudah pantaskah sikap kita untuk disebut sebagai ahli syurga ???
Sahabat,
maaf jika malam itu aku tak menemanimu
Bukan aku tak setia
Bukan aku berkhianat
Tapi itulah komitmen azali tentang kehidupan
Tapi percayalah aku pasti kan mendo’akanmu
Karena aku sungguh menyayangimu
Rasa sayangku padamu lebih dari apa yang kau duga
Aku berdo’a semoga kau menjadi ahli syurga.. Amin
Sahabat,
jika ini adalah bacaan terakhirmu
Jika ini adalah sebuah renungan peringatan
maka ambillah hikmahnya
Tapi jika ini adalah salahku
maka maafkan aku
Terlebih jika aku harus mendahuluimu
tolong Ikhlaskan dan maafkan seluruh khilafku
karena aku pasti pernah menyakiti dan mengecewakanmu
Jika tulisan ini ada manfaatnya maka simpanlah sebagai renungan
Siapa tahu suatu saat kau ingat padaku
Dan jika kelak aku telah di alam lain
Satu pintaku padamu
Tolong do’akan aku
-Putrahadi Nurachman si anak kemaren sore-
belajar membaca kode kedokteran
Dokter seringkali memberikan resep dalam format tulisan yang hanya bisa dipahami oleh kalangan mereka. Jika kita perhatikan, seringkali digunakan singkatan latin untuk
menuliskan resep seperti : Sig: I tab p.o. b.i.d p.c. yang artinya
minum 1 tablet 2x sehari setelah makan. Ada baiknya kita tahu rahasia
kode resep ini paling tidak sebagai tindakan preventif kalau dokter
salah memberikan resep. Bukankah dokter juga manusia ?
Kode asal kata arti
a.c. ante coenam sebelum makan
a.d / AD aurio dexter telinga kanan
a.l. aurio laeva telinga kiri
a.s. / AS auris sinister telinga kiri
a.u. / AU auris utro kedua telinga
aa anna, takaran obat dibawah sama dengan yang diatasnya
ad ad hingga /sampai
ad. Lib. ad libitum digunakan sesuai keinginan (bebas)
alt. die. alternus die setiap lain hari
alt. h. alternus hora setiap lain jam
amp. ampule 1 dosis unit
aq aqua air
b.d. bis die 2x sehari
b.i.d. bis in die 2x sehari
b.i.n. bis in noctus 2x semalam
bis bis dua kali
bol. bolus sebanyak dosis tunggal
cap capsula kapsul
cc cum cibos dengan makanan
cc cubic centimetres sentimeter kubik
comp. comsitus diloleskan
d dies hari
d.t.d da tales doses takaran tertera dalam resep dibagi sejumlah
bagian sesuai numero
dieb. alt. diebus alternis setiap lain hari
div. divide dibagi
emp. ex modo prescripto sesuai petunjuk
emul. emulsio emulsi
eq. pts. equalis partis bagian yang sama
ex aq ex aqua dalam air
fl. ,fld. fluida cairan
g gram gram
gr grain grain (1 gram=15 grain)
grad. gradatim berangsur-angsur
gtt. gutta diteteskan
h. , hr. hora jam
h.s. hora somni waktu tidur
i, ii, iii, or iiii doses jumlah dosis
I.D. intra dermal disuntikkan di bawah kulit
I.M. intra muscularly disuntikkan ke dalam otot
I.P intraperitonial itu injeksi yang disuntikkan melalui otot rongga perut
I.V. intravena injeksi untuk pembuluh balik
inj. injectio suntikan
in p. aeq. dividiatur in partes aequales dibagi menjadi bagian yg sama
lin linimentum digosok
liq liquor solution
lot. lotio itu obat berbentuk cairan untuk digunakan ke kulit / tidak diminum
m, min. minimum minimal
M. Misce campur
mane mane pagi hari
mcg microgram mikro gram
mEq milli equivalent mili ekuivalen
mg milligram mili gram
mist. mistura campur
mixt. mixtura mixture
ml millilitter mili liter
nebul nebula semprotan
no. numero nomor
nocte nocte malam
noct. maneq. noct maneque pagi dan malam hari
non rep. non repetatur tidak dapat diulang
npo nill per os tidak ada yg melalui mulut
o.d / OD oculus dexter mata kanan
o.l. oculus laeva mata kiri
o.m. omni mane pada pagi hari
o.n. omni nocte pada malam hari
o.s / OS oculus sinister mata kiri
o.u / OU oculo utro setiap mata
opth opthalmic pada mata
os ossa tulang
otic otical pada telinga
p.c. post coenam setelah makan
p.o. per os melalui mulut
p.p..a. phiala prius agitata dikocok dahulu
p.r pro rectum melalui anus
p.r.n. pro re nata sesuai kebutuhan
p.v. per vaginum melalui kelamin wanita
per per melalui
pil pilula pil
pulv. pulvis bubuk
q quaque setiap
q._h quaque …. hora setiap …. jam
q.3h quaque 3 hora setiap 3 jam
q.a.d quaque alternis die setiap hari yang berbeda
q.d. / QD quaque die setiap hari
q..h.s quaque hora somni setiap menjelang tidur
q.i.d. quarter in die 4x sehari
q.o.d. / QOD quaque os die setiap hari yang berbeda
qq.. hh. quaque hora setiap jam
q.q.h. quarter quaque hora setiap 4 jam
q.s. quantum sufficiat gunakan secukupnya
qAM quaque ante meridiem setiap pagi
ql quantum libet sebanyak yang diinginkan
q.p. quantum placeat sebanyak yang dianjurkan
qPM quaque post meridiem setiap sore
qv quantum vis sebanyak
R/ recipe ambil
rep. , rept. repetatur dapat diulang
Rx radix resep
s sine tanpa
s.a. secundum artum gunakan sesuai pertimbangan
s.i.d semel in die sekali sehari
s.o.s. si opus sit segera jika dibutuhkan
SC, subc, subq,subcut sub cutem disuntikkan di bawah kulit
Sig. / S signa, signetur tulis pada label
SL sub lingualy di bawah lidah
sol. solutio larutan
ss. semis setengah / separuh
stat. statim segera
supp. suppositoria obat yang dimasukkan melalui anus
susp. suspensio suspensi (zat / obat padat yang didispersikan ke dalam zat cair)
syr. syrupus sirup
t.d.s ter die sumendum 3x sehari
t.i.d. ter in die 3x sehari
t.i.w. ter in w 3x seminggu
tab. tabella tablet
tal. talus seperti
tbsp. tablespoon sendok makan (15 ml)
tr, tinc., tinct. tincture larutan dlm alkohol
troche trochiscus obat batuk
tsp. teaspoon sendok teh (5 ml)
u.d. / ut dict. ut dictum sesuai petunjuk
ung. unguentum obat salep
vag. vaginum alat kelamin wanita
Sumber : Milis Ikatan Alumni SLTP Negeri 1 Pamulang.
-Putrahadi Nurachman Si anak kemaren sore-
menuliskan resep seperti : Sig: I tab p.o. b.i.d p.c. yang artinya
minum 1 tablet 2x sehari setelah makan. Ada baiknya kita tahu rahasia
kode resep ini paling tidak sebagai tindakan preventif kalau dokter
salah memberikan resep. Bukankah dokter juga manusia ?
Kode asal kata arti
a.c. ante coenam sebelum makan
a.d / AD aurio dexter telinga kanan
a.l. aurio laeva telinga kiri
a.s. / AS auris sinister telinga kiri
a.u. / AU auris utro kedua telinga
aa anna, takaran obat dibawah sama dengan yang diatasnya
ad ad hingga /sampai
ad. Lib. ad libitum digunakan sesuai keinginan (bebas)
alt. die. alternus die setiap lain hari
alt. h. alternus hora setiap lain jam
amp. ampule 1 dosis unit
aq aqua air
b.d. bis die 2x sehari
b.i.d. bis in die 2x sehari
b.i.n. bis in noctus 2x semalam
bis bis dua kali
bol. bolus sebanyak dosis tunggal
cap capsula kapsul
cc cum cibos dengan makanan
cc cubic centimetres sentimeter kubik
comp. comsitus diloleskan
d dies hari
d.t.d da tales doses takaran tertera dalam resep dibagi sejumlah
bagian sesuai numero
dieb. alt. diebus alternis setiap lain hari
div. divide dibagi
emp. ex modo prescripto sesuai petunjuk
emul. emulsio emulsi
eq. pts. equalis partis bagian yang sama
ex aq ex aqua dalam air
fl. ,fld. fluida cairan
g gram gram
gr grain grain (1 gram=15 grain)
grad. gradatim berangsur-angsur
gtt. gutta diteteskan
h. , hr. hora jam
h.s. hora somni waktu tidur
i, ii, iii, or iiii doses jumlah dosis
I.D. intra dermal disuntikkan di bawah kulit
I.M. intra muscularly disuntikkan ke dalam otot
I.P intraperitonial itu injeksi yang disuntikkan melalui otot rongga perut
I.V. intravena injeksi untuk pembuluh balik
inj. injectio suntikan
in p. aeq. dividiatur in partes aequales dibagi menjadi bagian yg sama
lin linimentum digosok
liq liquor solution
lot. lotio itu obat berbentuk cairan untuk digunakan ke kulit / tidak diminum
m, min. minimum minimal
M. Misce campur
mane mane pagi hari
mcg microgram mikro gram
mEq milli equivalent mili ekuivalen
mg milligram mili gram
mist. mistura campur
mixt. mixtura mixture
ml millilitter mili liter
nebul nebula semprotan
no. numero nomor
nocte nocte malam
noct. maneq. noct maneque pagi dan malam hari
non rep. non repetatur tidak dapat diulang
npo nill per os tidak ada yg melalui mulut
o.d / OD oculus dexter mata kanan
o.l. oculus laeva mata kiri
o.m. omni mane pada pagi hari
o.n. omni nocte pada malam hari
o.s / OS oculus sinister mata kiri
o.u / OU oculo utro setiap mata
opth opthalmic pada mata
os ossa tulang
otic otical pada telinga
p.c. post coenam setelah makan
p.o. per os melalui mulut
p.p..a. phiala prius agitata dikocok dahulu
p.r pro rectum melalui anus
p.r.n. pro re nata sesuai kebutuhan
p.v. per vaginum melalui kelamin wanita
per per melalui
pil pilula pil
pulv. pulvis bubuk
q quaque setiap
q._h quaque …. hora setiap …. jam
q.3h quaque 3 hora setiap 3 jam
q.a.d quaque alternis die setiap hari yang berbeda
q.d. / QD quaque die setiap hari
q..h.s quaque hora somni setiap menjelang tidur
q.i.d. quarter in die 4x sehari
q.o.d. / QOD quaque os die setiap hari yang berbeda
qq.. hh. quaque hora setiap jam
q.q.h. quarter quaque hora setiap 4 jam
q.s. quantum sufficiat gunakan secukupnya
qAM quaque ante meridiem setiap pagi
ql quantum libet sebanyak yang diinginkan
q.p. quantum placeat sebanyak yang dianjurkan
qPM quaque post meridiem setiap sore
qv quantum vis sebanyak
R/ recipe ambil
rep. , rept. repetatur dapat diulang
Rx radix resep
s sine tanpa
s.a. secundum artum gunakan sesuai pertimbangan
s.i.d semel in die sekali sehari
s.o.s. si opus sit segera jika dibutuhkan
SC, subc, subq,subcut sub cutem disuntikkan di bawah kulit
Sig. / S signa, signetur tulis pada label
SL sub lingualy di bawah lidah
sol. solutio larutan
ss. semis setengah / separuh
stat. statim segera
supp. suppositoria obat yang dimasukkan melalui anus
susp. suspensio suspensi (zat / obat padat yang didispersikan ke dalam zat cair)
syr. syrupus sirup
t.d.s ter die sumendum 3x sehari
t.i.d. ter in die 3x sehari
t.i.w. ter in w 3x seminggu
tab. tabella tablet
tal. talus seperti
tbsp. tablespoon sendok makan (15 ml)
tr, tinc., tinct. tincture larutan dlm alkohol
troche trochiscus obat batuk
tsp. teaspoon sendok teh (5 ml)
u.d. / ut dict. ut dictum sesuai petunjuk
ung. unguentum obat salep
vag. vaginum alat kelamin wanita
Sumber : Milis Ikatan Alumni SLTP Negeri 1 Pamulang.
-Putrahadi Nurachman Si anak kemaren sore-
Langganan:
Postingan (Atom)